Trihapsari, Sukma Ayu (2025) WAYANG KULIT SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN MORAL UNTUK GENERASI MUDA (STUDI PADA DALANG SENIOR KI SUKRON SUWONDO). Other thesis, Universitas Islam Balitar.
BAB 1-SKRIPSI SUKMA AYU TRIHAPSARI.pdf
Download (236kB) | Preview
BAB 2-SKRIPSI SUKMA AYU TRIHAPSARI.pdf
Download (351kB) | Preview
BAB 3-SKRIPSI SUKMA AYU TRIHAPSARI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (149kB) | Request a copy
BAB 4-SKRIPSI SUKMA AYU TRIHAPSARI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (490kB) | Request a copy
BAB 5-SKRIPSI SUKMA AYU TRIHAPSARI.pdf
Download (8kB) | Preview
COVER-SKRIPSI SUKMA AYU TRIHAPSARI.pdf
Download (37kB) | Preview
DAFTAR ISI-SKRIPSI SUKMA AYU TRIHAPSARI.pdf
Download (508kB) | Preview
JURNAL SUKMA AYU TRIHAPSARI.pdf
Download (312kB) | Preview
LAMPIRAN-SKRIPSI SUKMA AYU TRIHAPSARI.pdf
Download (3MB) | Preview
PLAGIASI.pdf
Download (1MB) | Preview
RINGKASAN-SKRIPSI SUKMA AYU TRIHAPSARI.pdf
Download (11kB) | Preview
SKRIPSI SUKMA AYU TRIHAPSARI (1).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB) | Request a copy
Abstract
Wayang kulit merupakan salah satu media tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki peran penting dalam menyampaikan nilai-nilai moral kepada masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjadikan wayang kulit sebagai media interaksi dalam menyampaikan nilai-nilai moral kepada generasi muda dan untuk mengetahui persepsi generasi muda terhadap wayang kulit sebagai sarana pendidikan moral.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah Ki Sukron Suwondo sebagai informan utama, generasi muda sebagai informan kunci, serta tokoh masyarakat dan pendidik sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Pemilihan judul ini didasarkan pada keprihatinan terhadap fenomena menurunnya moralitas generasi muda serta pentingnya mencari alternatif pendidikan moral yang berbasis budaya lokal. Wayang kulit dipilih karena diyakini mampu menjadi media yang efektif dalam menyampaikan nilai-nilai kehidupan
secara menarik dan kontekstual bagi generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertunjukan wayang kulit oleh Ki Sukron Suwondo telah memainkan peran strategis dalam menyampaikan pesanpesan moral secara simbolik dan komunikatif. Tokoh-tokoh seperti Semar, Bima, dan Kresna dijadikan sebagai perwakilan nilai kejujuran, tanggung jawab, serta kebijaksanaan, yang dipahami penonton melalui narasi dan simbol-simbol yang ditampilkan. Persepsi generasi muda terhadap wayang kulit juga menunjukkan tanggapan positif. Mereka tidak hanya menikmati pertunjukan sebagai hiburan, tetapi juga mengalami proses refleksi diri, memahami nilai-nilai kehidupan, serta terlibat dalam upaya pelestarian budaya. Interaksi sosial dalam pertunjukan tersebut membentuk kesadaran kolektif akan pentingnya pendidikan moral berbasis budaya lokal.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK > Sosiologi |
| Divisions: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK > Sosiologi > Skripsi Sosiologi |
| Depositing User: | Sukma Ayu Trihapsari |
| Date Deposited: | 27 Aug 2025 01:38 |
| Last Modified: | 27 Aug 2025 01:39 |
| URI: | https://repository.unisbablitar.ac.id/id/eprint/1324 |
