Novan Jauhari, Novan Jauhari (2026) IMPLEMENTASI PENEGAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP PELANGGAR HAK PRIORITAS ARMADA PEMADAM KEBAKARAN DALAM KEADAAN DARURAT. Other thesis, Universitas Islam Balitar Blitar.
FIX (NOVAN JAUHARI) IMPLEMENTASI PENEGAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP PELANGGAR HAK PRIORITAS ARMADA PEMADAM KEBAKARAN DALAM KEADAAN DARURAT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
COVER.pdf
Download (280kB)
ABSTRAK.pdf
Download (821kB)
DAFTAR ISI.pdf
Download (600kB)
BAB 1.pdf
Download (816kB)
BAB 2.pdf
Download (890kB)
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (809kB) | Request a copy
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (886kB) | Request a copy
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (635kB) | Request a copy
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (377kB)
FIX _NOVAN JAUHARI_ IMPLEMENTASI PENEGAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP PELANGGAR HAK PRIORITAS ARMADA PEMA.report.pdf
Download (12MB)
Abstract
Novan Jauhari, Implementasi Penegakan Hukum Pidana Terhadap Pelanggar Hak Prioritas Armada Pemadam Kebakaran Dalam Keadaan Darurat (Studi di UPT. Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Blitar), dibawah bimbingan Dr. M. Zainul Ikhwan, SH., MH dan Erwin Widhiandono, SH., MH.
Armada pemadam kebakaran merupakan salah satu pengguna jalan yang memiliki hak utama (prioritas) untuk didahului sebagaimana diatur dalam Pasal 134 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Namun, dalam realitasnya di Kota Blitar, masih sering dijumpai tindakan pengguna jalan yang menghalangi laju armada pemadam kebakaran saat menuju lokasi kebakaran, yang berpotensi menghambat penanganan kedaruratan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi penegakan hukum pidana terhadap pelanggar hak prioritas armada pemadam kebakaran di wilayah hukum Kota Blitar serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam penegakan hukum tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris (hukum sosiologis). Data primer diperoleh melalui penelitian lapangan melalui wawancara mendalam dengan pihak UPT. Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Blitar dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Blitar Kota, serta didukung oleh data sekunder berupa studi kepustakaan terhadap regulasi dan literatur hukum terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi penegakan hukum pidana (khususnya Pasal 287 ayat (4) UU LLAJ) terhadap pelanggar hak prioritas armada pemadam kebakaran di Kota Blitar belum berjalan secara optimal. Penindakan hukum yang dilakukan sejauh ini masih terbatas pada tindakan preventif berupa sosialisasi dan teguran lisan, sementara sanksi pidana kurungan maupun denda belum pernah diterapkan secara konkret di pengadilan. Hambatan utama dalam penegakan hukum ini meliputi: 1) Faktor hukum, yaitu belum adanya mekanisme koordinasi penilangan instan yang terintegrasi antara petugas pemadam kebakaran dan kepolisian saat situasi darurat; 2) Faktor sarana, minimnya alat bukti seperti kamera pengawas (dashcam) pada armada damkar untuk mengidentifikasi identitas kendaraan pelanggar; dan 3) Faktor budaya hukum masyarakat, yaitu masih rendahnya kesadaran dan empati pengguna jalan terhadap urgensi armada pemadam kebakaran.
Kata Kunci: Penegakan Hukum Pidana, Hak Prioritas, Pemadam Kebakaran, Kota Blitar.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum |
| Divisions: | FAKULTAS HUKUM > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Unnamed user with email novanblitar22@gmail.com |
| Date Deposited: | 14 Aug 2026 02:11 |
| Last Modified: | 14 Aug 2026 02:11 |
| URI: | https://repository.unisbablitar.ac.id/id/eprint/2060 |
