ARUM, LENNY DWI SEKAR ARUM (2026) PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI APLIKASI PUPUK BIONANOFERTILIZER PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) VARIETAS DETAP-1. Other thesis, UNIVERSITAS ISLAM BLITAR.
COVER.pdf
Download (393kB)
ABSTRAK.pdf
Download (74kB)
DAFTAR ISI.pdf
Download (127kB)
BAB 1.pdf
Download (76kB)
BAB 2.pdf
Download (111kB)
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (90kB) | Request a copy
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (158kB) | Request a copy
BAB 5.pdf
Download (55kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (90kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (73kB)
SKRIPSI FULL HALAMAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB) | Request a copy
JURNAL.pdf
Download (675kB)
CEK PLAGIASI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB) | Request a copy
Abstract
Kedelai (Glycine max L.) merupakan salah satu komoditas pangan penting di Indonesia yang berperan sebagai sumber protein nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi, frekuensi aplikasi, serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan di Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar pada Juni–November 2025. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk bionanofertilizer yang terdiri atas 6 ml/L (B1), 9 ml/L (B2), dan 12 ml/L (B3). Faktor kedua adalah frekuensi aplikasi yang terdiri atas 1 minggu sekali (S1), 2 minggu sekali (S2), dan 3 minggu sekali (S3). Setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah polong, berat polong, jumlah biji, bobot biji, dan bobot 100 biji. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Duncan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi nyata antara konsentrasi dan frekuensi aplikasi pupuk bionanofertilizer terhadap seluruh parameter pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Kombinasi perlakuan terbaik diperoleh pada B1S1 (konsentrasi 6 ml/L dan frekuensi aplikasi 1 minggu sekali), yang menghasilkan tinggi tanaman 55,17 cm, diameter batang 74,00 mm, jumlah polong 352,83 polong, berat polong 361,08 g, jumlah biji 572,33 biji, bobot biji 81,50 g, dan bobot 100 biji 25,00 g. Dengan demikian, penggunaan pupuk bionanofertilizer pada konsentrasi 6 ml/L dengan frekuensi aplikasi satu minggu sekali direkomendasikan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai.
Kata kunci: Frekuensi, Konsentrasi, kedelai, pupuk bionanoferlizer
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | FAKULTAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN > Agroteknologi |
| Divisions: | FAKULTAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN > Agroteknologi > Skripsi Agroteknologi |
| Depositing User: | Unnamed user with email rumsekar67@gmail.com |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 01:29 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 01:29 |
| URI: | https://repository.unisbablitar.ac.id/id/eprint/2040 |
