Aktafarid, Ardhana Wahyu (2025) EVALUASI KETERLAMBATAN PEKERJAAN DAN EFEKTVITAS METODE CRASHING DALAM PENYELESAIAN PEKERJAAN ADDITIONAL BUILDING ONDULINE MANUFAKTUR INDONESIA. Other thesis, Universitas Islam Balitar.
COVER.pdf
Download (329kB)
ABSTRAK.pdf
Download (209kB)
DAFTAR ISI.pdf
Download (208kB)
BAB I.pdf
Download (299kB)
BAB II.pdf
Download (796kB)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (501kB) | Request a copy
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
BAB V.pdf
Download (172kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (174kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (563kB)
JURNAL.pdf
Download (464kB)
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB) | Request a copy
Abstract
Manajemen proyek merupakan suatu proses memanfaatkan sumber daya yang terbatas baik tenaga kerja, biaya, peralatan, material, dan metode yang digunakan. Namun, tidak semua proyek memiliki manajemen yang baik, contohnya pada proyek pekerjaan Additional Building Onduline Manufaktur Indonesia di Jl. Kraton Industri III No. 14 A, B, C Kawasan Industri PIER II Kabupaten Pasuruan terjadi keterlambatan dengan deviasi -18,209% dari jadwal rencana pada minggu terkahir. Dari permasalahan tersebut melatarbelakangi untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi keterlambatan dan mengevaluasi hasil penerapan percepatan Crashing dengan penambahan 4 jam kerja sebagai solusi penyelesainnya.
Metode penelitian digunakan kuantitatif dengan melalui beberapa tahapan yaitu identifikasi masalah dilapangan dan pengumpulan data melalui survei, wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuisioner dari 30 responden secara
purposive sampling. Analisis data menggunakan SPSS dan Microsoft Project.
Hasil penelitian menunjukkan faktor tenaga kerja, material, metode, dan kejadian tak terduga memiliki pengaruh signifikan terhadap keterlambatan proyek. Secara simultan, enam faktor (tenaga kerja, alat, metode, material, keuangan, tak terduga) berpengaruh signifkan terhadap keterlambatan pekerjaan dengan nilai R Square 0.745 yang artinya berpengaruh 74.5% dan penerapan Crashing berhasil mengurangi durasi proyek dari 180 hari menjadi 144 hari namun terjadi penambahan total biaya proyek akibat penambahan jam lembur Rp 229,017,286.40 atau sebesar 4.56% dari Rp 5,027,233,557.14 menjadi Rp 5,256,250,843.54. Sehingga penerapan metode Crashing dengan menambah 4 jam kerja telah efektif dalam mempercepat waktu penyelesaian walaupun terjadi peningkatan biaya proyek untuk solusi keterlambatan sebuah pekerjaan.
Kata kunci: Keterlambatan Pekerjaan, Percepatan Crashing, SPSS, Microsoft
Project
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | FAKULTAS TEKNIK > Teknik Sipil |
| Divisions: | FAKULTAS TEKNIK > Teknik Sipil > Skripsi Teknik Sipil |
| Depositing User: | Ardhana Wahyu Aktafarid |
| Date Deposited: | 21 Apr 2026 06:23 |
| Last Modified: | 21 Apr 2026 06:23 |
| URI: | https://repository.unisbablitar.ac.id/id/eprint/1962 |
