PERFORMA PRODUKSI LAYER DENGAN KETINGGIAN KANDANG YANG BERBEDA PADA KANDANG OPEN HOUSE

Aditya Eka Wijaya, Wijaya (2025) PERFORMA PRODUKSI LAYER DENGAN KETINGGIAN KANDANG YANG BERBEDA PADA KANDANG OPEN HOUSE. Other thesis, Universitas Islam Balitar, Blitar.

[thumbnail of Cover.pdf]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (192kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Isi.pdf]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (20kB) | Preview
[thumbnail of Bab I.pdf]
Preview
Text
Bab I.pdf

Download (550kB) | Preview
[thumbnail of Bab II.pdf]
Preview
Text
Bab II.pdf

Download (488kB) | Preview
[thumbnail of Bab III.pdf] Text
Bab III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (426kB) | Request a copy
[thumbnail of Bab IV.pdf] Text
Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (400kB) | Request a copy
[thumbnail of Bab V.pdf]
Preview
Text
Bab V.pdf

Download (384kB) | Preview
[thumbnail of Lampiran.pdf]
Preview
Text
Lampiran.pdf

Download (532kB) | Preview
[thumbnail of Skripsi Full.pdf] Text
Skripsi Full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan ketinggian
kandang open house terhadap performa produksi ayam layer fase produksi.
Penelitian dilakukan di Huda Farm, Desa Plosoarang, Kecamatan Kanigoro,
Kabupaten Blitar selama tiga minggu. Materi penelitian meliputi ayam layer strain
Isa Brown berumur 33–35 minggu dengan populasi 1.500 ekor pada kandang
berketinggian 1,8 meter dan 1.200 ekor pada kandang berketinggian 2,3 meter.
Parameter yang diamati meliputi konsumsi pakan, Hen Day Production (HDP),
Feed Conversion Ratio (FCR), serta mortalitas. Metode penelitian menggunakan
uji t tidak berpasangan (independent t-test) untuk membandingkan perbedaan
performa produksi ayam layer pada dua ketinggian kandang tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan ketinggian kandang tidak
berpengaruh nyata terhadap Hen Day Production (HDP). Kedua perlakuan
menghasilkan HDP yang sama, yaitu 89,35 ± 1,57%. Hal ini menunjukkan bahwa
faktor suhu, ventilasi, dan pencahayaan yang terkendali mampu mempertahankan
produktivitas telur harian meskipun ketinggian kandang berbeda. Sebaliknya,
perbedaan ketinggian kandang berpengaruh nyata terhadap Feed Conversion Ratio
(FCR). Kandang dengan ketinggian 1,8 meter menghasilkan nilai FCR yang lebih
baik (2,058 ± 0,04) dibandingkan kandang 2,3 meter (2,159 ± 0,10). Hal ini
mengindikasikan bahwa kandang dengan ketinggian lebih rendah memiliki
stabilitas suhu dan kelembapan yang lebih mendukung efisiensi pakan.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ketinggian kandang open
house tidak memengaruhi produksi telur harian, tetapi berpengaruh terhadap
efisiensi penggunaan pakan. Kandang dengan ketinggian 1,8 meter lebih efisien
dalam penggunaan pakan dibandingkan dengan kandang 2,3 meter. Disarankan
bagi peternak untuk mempertimbangkan penggunaan ketinggian kandang sekitar
1,8 meter agar efisiensi pakan meningkat tanpa menurunkan produktivitas telur.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: FAKULTAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN > Ilmu Ternak
Divisions: FAKULTAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN > Ilmu Ternak > Skripsi Ilmu Ternak
Depositing User: Aditya Eka Wijaya
Date Deposited: 29 Sep 2025 01:07
Last Modified: 29 Sep 2025 01:07
URI: https://repository.unisbablitar.ac.id/id/eprint/1486

Actions (login required)

View Item
View Item